Dinas Pendidikan dan PGRI Provinsi Sulawesi Selatan Tepis Isu Negatif Sawit Melalui Pemilihan Duta Sawit di Dunia Pendidikan

236

Dinas Pendidikan dan PGRI Provinsi Sulawesi Selatan Tepis Isu Negatif Sawit Melalui Pemilihan Duta Sawit di Dunia Pendidikan

Makassar-makassarpena.co.id. Kelapa sawit dengan berbagai jenis produk turunannya merupakan komoditas yang sangat dibutuhkan untuk kepentingan masyarakat dan negara. Namun mirisnya, kampanye dan isu negatif masih banyak dikembangkan dan disebarkan oleh pihak antisawit dan negara pesaing.

Selain persaingan ekonomi global, maraknya isu-isu negatif dan belum dipahaminya manfaat kelapa sawit secara menyeluruh menjadi tantangan yang harus segera diselesaikan di dalam negeri.

“Dunia pendidikan adalah dunia yang sangat strategis untuk kemudian menjembatani, bagaimana isu-isu negatif ini bisa kita minimalkan,” tegas Ketua PGRI Provinsi Sulawesi Selatan, Prof. Hasnawi Haris dalam kegiatan Palm Oil Edutalk Sulawesi Selatan dengan tema Kupas Tuntas Mitos dan Fakta tentang Kelapa Sawit yang diselenggarakan oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) di Kota Makassar pada Sabtu, 18 Juni 2022. Kegiatan ini diikuti oleh Guru, Siswa, dan Mahasiswa dari 24 Kabupaten/Kota se Sulawesi Selatan yang berlangsung secara hybrid.

Lebih lanjut Prof. Hasnawi mendorong Siswa/Siswi serta Mahasiswa untuk dapat menjadi Duta Sawit yang berperan penting dalam penyebaran informasi positif tentang kelapa sawit. Tidak hanya itu, Siswa/Siswi dan Mahasiswa juga diharapkan untuk memahami manfaat dan maslahat kelapa sawit secara luas.

Kepala Bidang GTK Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan, Muhlis menyatakan dukungannya untuk melahirkan duta-duta sawit dalam dunia pendidikan di Provinsi Sulawesi Selatan. Langkah ini ditempuh guna menangkis isu-isu negatif yang diterima generasi muda, lantaran Provinsi Sulawesi Selatan juga merupakan salah satu sentra produsen sawit di Indonesia.

Hadir dalam kesempatan tersebut, CSR Officer PT Sinarmas Agribusiness and Food Donni Indra memaparkan bahwa kelapa sawit merupakan komoditas yang semua morfologi tanamannya dapat dimanfaatkan menjadi produk yang bernilai guna dan bernilai ekonomi tinggi.

Ditegaskan Donni, dalam 24 jam kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia, bahkan dunia ternyata didukung oleh minyak kelapa sawit. Minyak sawit dapat ditemukan dalam semua produk turunan yang digunakan baik produk pangan, oleokimia, hingga bahan bakar.

Tidak hanya itu, dalam rangka memupuk jiwa kewirausahaan para Siswa dan Mahasiswa serta untuk memanfaatkan limbah, dalam kegiatan ini juga dilakukan demo pembuatan produk sabun dan lilin hias/aromaterapi dari minyak goreng sawit bekas (minyak jelantah). Demo dipraktekkan oleh Tim dari LP2M Universitas Negeri Makassar, Moh. Ahsan S. Mandra.

Bahan-bahan yang dibutuhkan dalam pembuatan lilin aromaterapi tersebut diantaranya minyak jelantah, bubuk stearin (pengeras minyak) atau paraffin (wax), crayon bekas untuk pewarna, essential oil (aromaterapi), benang katun (sumbu), gelas kaca (wadah), serta lidi atau tusuk gigi (penyangga sumbu).

Selain itu, disampaikan Moh. Ahsan, minyak jelantah juga berpotensi dijadikan sebagai bahan baku biodiesel. Bahkan, Jika minyak jelantah dikelola dengan baik maka dapat memenuhi 32 persen kebutuhan biodiesel nasional.

Dalam kegiatan ini, sebagai upaya menyampaikan fakta objektif tentang kelapa sawit, BPDPKS juga menghadirkan narasumber dari praktisi kelapa sawit yaitu Plt. Direktur Kemitraan BPDPKS Kabul Wijayanto, Bidang Sustainability Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Bandung Sahari, Kepala Divisi Komunikasi dan Media Sosial DPP APKASINDO Maria Goldameir Mektania, serta Bidang Komunikasi Asosiasi Produsen Biofuels Indonesia (APROBI) Catra De Thouars. ***