Penyaluran Minyak Goreng Menyimpang, Memicu Harga Melambung

67

Ratusan jerigen warga menumpuk di salah satu penjual minyak curah di pasar Lakessi karena kehabisan minyak goreng.

Penyaluran Minyak Goreng Menyimpang, Memicu Harga Melambung

Parepare-Makassarpena.co.id. Pemerintah kota Parepare bekerja sama dengan perusahaan minyak goreng asal Sulawesi Barat menyalurkan 9 ton minyak goreng curah ke pasar Lakessi melaui beberapa pedagang penyalur minyak goreng, namun harga jual sebagian besar pedagang melampau HET yang ditetapkan Pemerintah.

Dari pantauan wartawan Makassarpena.co.id. mobil pengangkut minyak curah sebanyak 9 ton tiba pukul 19.00 Kamis malam, ( 24/3) sebanyak 9 pedagang mendapat jatah masing masing 1 ton.

Rencananya minyak goreng curah tersebut akan disalurkan ke konsumen melalui pedagang penyalur minyak goreng curah, namun kepala UPTD pasar Parepare, Rahim justru mengalokasikan kepada 9 pedagang dengan masing masing 1 ton tiap pedagang. Namun ada diantara 9 pedagang tersebut tidak beraktifitas jual beli di pasar Lakessi.

Dari 9 pedagang yang telah mendapatkan minyak goreng curah, hanya 1 orang pedagang yang bernama Darul Aqsa pada malam itu langsung menyalurkan ke konsumen. Sementara delapan pedagang membawa pulang minyak tersebut dengan alasan besok pagi baru di jual.

Namun dari pantauan pagi tadi, Jum’at (25/3) hingga sore hari ini, ada beberapa pedagang yang menjual minyak goreng curah di pasar Lakessi melampau HET Rp. 14.000 per liter, malah sampai tembus Rp. 17.000.

Selain itu, sejumlah pedagang yang mendapat jatah 1 ton hanya menyalurkan ke konsumen sebesar 500 kg.

” Saya memang dapat 1 ton, sebanyak 3 drum saya kasi 3 orang penjual di pasar Lakessi untuk membantu saya menjualnya, kata Heriani salah seorang pedagang yang mendapatkan jatah 1 ton minyak goreng curah untuk disalurkan ke konsumen.

Heriani yang melakukan aktifitas jual beli di luar pasar Lakessi, menurut suaminya jatah tersebut diperoleh atas persetujuan kepala UPTD pasar Parepare.

Kepala UPTD pasar Lakessi saat dikonfirmasi melalui WA, tidak mendapat tanggapan.
Kepala Dinas Perdagangan kota Parepare, Prasetyo sementara berada di Jakarta, namun berjanji akan menindak lanjuti laporan tersebut.

Terpisah, Kabag. Ops Polres Parepare, telah menurunkan anggotanya untuk menindak pedagang yang menjual minyak goreng curah diatas harga eceran tertinggi yang ditetapkan pemerintah (HET).

” Sudah dipanggil sama serse, kelanjutannya saya sampaikanki,” ujar Burhanuddin via WhatsApp.( Dulkin )