DPRD PINRANG GELAR HEARING TERKAIT DUGAAN HILANGNYA MOBIL TAGANA DINSOS

207

DPRD PINRANG GELAR HEARING TERKAIT DUGAAN HILANGNYA MOBIL TAGANA DINSOS

Pinrang-makassarpena.co.id. Menanggapai maraknya pemberitaan akhir-akhir ini terkait dugaan hilangnya mobil tagana milik Dinas Sosial (Dinsos) kabupaten Pinrang, ditanggapi komisi IV DPRD kabupaten Pinrang dengan menggelar hearing dengan mengundang pihak-pihak yang terkait, Kamis, 24 Maret 2022,  bertempat di ruang rapat DPRD Pinrang.

Rapat dipimpin ketua komisi IV, Kamaruddin, SH,MH, dihadiri anggota komisi IV lainnya antara lain, Sariansa Bin Mappetani, S.Pd, Markus Manna, Andi Mulyadi Mustafa, SH, Andi Aan Nugraha dan ketua Bapemperda, H.A.Muhammad Ramdhani.

Turut dihadiri, Kadis Sosial Pinrang, Rusli, S.Sos, mantan Kadis Sosial Pinrang, Hamka Mahmud, Kabid Aset BPPKPD Pinrang, A.Nur Emilia, Iwan B, Bagian Pemerintahan Setda Pinrang dan beberapa insan pers.

Menurut Kamaruddin, hearing ini digelar untuk mengklarifikasi pemberitaan akhir-akhir ini terkait dugaan hilangnya mobil tagana milik Dinas Sosial Pinrang.

Sedangkan menurut A.Nur Emilia, mobil tagana tersebut tidak tercatat sebagai asset daerah Pinrang karena belum ada berita acara hibah dari Kementerian Sosial RI, jadi mobil itu bukan milik pemerintah daerah Pinrang tapi statusnya hanya pinjam pakai oleh Dinas Sosial Pinrang.

Sementara itu, menurut Hamka Mahmud, mobil tersebut tidak hilang tapi mobil itu ada di bengkel dan pihak bengkel bersedia menyerahkan mobil tersebut kalau ongkos bengkelnya sebesar 27 juta diganti.

Menurut Kadis Sosial Pinrang, sebaiknya mobil itu dilihat dulu fisiknya secara langsung, atau minimal fotonya supaya bisa dicarikan jalan keluarnya dan bisa dilaporkan ke Kementerian Sosial RI bahwa mobil itu tidak hilang tapi ada di bengkel.

Sebelum menutup rapat, ketua komisi IV DPRD Pinrang Kamaruddin, membacakan kesimpulan rapat yakni, mengharapkan kepada pemerintah daerah dalam hal ini Dinas Sosial Pinrang menyurat ke Kementerian Sosial RI disertai dengan bukti berupa foto-foto dan sebagainya bahwa mobil tersebut tidak hilang tapi ada dan sekalian Dinas Sosial Pinrang mengajukan permohonan supaya mobil tersebut bisa dihibahkan ke pemerintah daerah Pinrang atau minimal bisa diperpanjang pinjam pakainya supaya bisa dianggarkan ongkos bengkelnya melalui anggaran pemerintah daerah Pinrang. (hms dprd/ys)