Vaksinasi Anak 6-11 Tahun Digelar Serentak di Kecamatan Liliriaja

9

Soppeng-Makassarpena.co.id – Sebagai bentuk sinergi percepatan vaksinasi COVID-19 bagi anak usia 6-11 tahun, Polsek Liliriaja, luncurkan Vaksinasi Merdeka Anak Usia 6-11 tahun serentak di beberapa Desa dan Kelurahan untuk Kecamatan Liliriaja. Peluncuran awal ini dilaksanakan di SDN 70 Libukang Kelurahan Appanang Kecamatan Liliriaja Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan. Selasa (11/01/2022).

Sebanyak 2336 dosis vaksin disediakan, dan targetnya 2336 siswa tervaksinasi pada hari ini. Kapolsek Liliriaja IPTU Muh. Ridwan menargetkan untuk wilayah Puskesmas Cangadi sebanyak 1544 anak usia 6-11 tahun telah divaksinasi sampai akhir Januari 2022 dengan dosis yang sama, guna mendukung tercapainya target nasional vaksinasi anak sebanyak 26 juta di seluruh Indonesia.

Ia menuturkan bahwa target vaksinasi tersebut bertujuan untuk mendukung pembelajaran tatap muka (PTM) yang mulai dilaksanakan 100% pada pekan ini dan melindungi anak-anak dari keterpaparan COVID-19 khususnya varian baru yaitu Omicron yang perkembangannya cukup cepat.

“Anak-anak kita adalah generasi yang mengisi posisi penting di tahun 2045 karena tahun 2030 kita memiliki potensi 60 persen masyarakat kita berada di usia produktif. Untuk bisa mempersiapkan SDM unggul, mau tak mau anak-anak kita harus kita jaga dari risiko terkait munculnya varian baru atau varian-varian yg nanti muncul. Yang kita lakukan salah satunya memberikan kekebalan imunitas dengan vaksin,” ujar Kapolsek Liliriaja IPTU Muh. Ridwan.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala UPTD Puskesmas Cangadi Hj. Andi Marianna, Danramil Liliriaja diwakili oleh Seka Syarifuddin, Kelurahan Appanang diwakili oleh Kasi Pemerintahan Andi Irwan, Kepala SDN 70 Libukang Hj. Surnaeni,Spd

Kepala UPTD Puskesmas Cangadi Hj. Andi Marianna menambahkan, untuk Kecamatan ini yang belum melaksanakan vaksinasi untuk anak 6-11 tahun ini, akan didistribusikan menyeluruh ke berbagai Desa dan Kelurahan sehingga dapat target nasional dari Presiden sesegera mungkin tercapai.

Selain itu, Kepala Puskesmas Cangadi Hj. Andi Marianna menambahkan bahwa kegiatan vaksinasi ini perlu segera dilakukan agar anak-anak dapat terproteksi secara maksimal. Ia menambahkan bahwa anak-anak dapat berpotensi menjadi carrier yang dapat menimbulkan cluster baru di sekolah maupun dirumahnya.

“Seperti yang diketahui, kejadian COVID-19 pada anak di Indonesia cukup rendah, namun menjadi kejadian COVID-19 dan kematian akibat paling tinggi pada usia anak di Asia Pasifik, sehingga kita harus melakukan percepatan pelaksanaan vaksinasi ini pada anak-anak” tambah Hj. Andi Marianna.