RASA HARU WARNAI LEPAS SAMBUT LURAH TIDUNG DAN LURAH RAPPOCINI

40

RASA HARU WARNAI LEPAS SAMBUT LURAH TIDUNG DAN LURAH RAPPOCINI

Makassar-makassarpena.co.id. Lepas sambut Lurah Tidung Kecamatan Rappocini Kota Makassar diwarnai rasa haru dan air mata. Lyliani Sunarno S.Sos tak kuasa menahan air matanya saat memberi sambutan dihadapan para ketua RW, para ketua RT dan warga. Berkali kali kalimat yang akan terlontar dari mulutnya tertahan lantaran harus menyeka air matanya yang berjatuhan di kedua pipinya.

Bahkan dia nyaris tak dapat melanjutkan sambutannya tatkala mengenang kebersamaanya di Kelurahan Tidung dari 2016 hingga Desember 2021. Namun dia berusaha kuat dan menyampaikan permohonan maafnya jika selama menjabat ada pelayanannya yang kurang nyaman.

“Penyegaran birokrasi itu harus ada. Pergantian jabatan adalah cara yang paling tepat pemerintah lakukan. Dan kepada dindaku Andi Kamil, saya titip Kelurahan Tidung. Bersinergilah dengan semua elemen tanpa.perbedaan,” pungkas Lyli, sembari menyeka air matanya yang kembali berderai.

Lagi-lagi air.mata kembali jatuh, kali ini dari Mustaani Fitrinty S.Sos Lurah Gunung sari yang sebelumnya menjabat seklu di Kelurahan Tidung. Dia bahkan sudah tak mampu membendung air matanya sebelum memberikan sambutan.

Sepersekian detik dia hanya berdiri sembari menyeka air matanya. Kemudian berusaha bicara diantara desahan napasnya. “Kurang lebih lima tahun saya bertugas disini, menata membantu ibu Lurah, hari ini saya pamit, tapi bukan berarti meninggalkan. Saya diamanahkan menjadi Lurah, dan tugas itu akan saya jalankan dengan baik,” ucapnya singkat.

Sementara di Kelurahan Rappocini Andi Unru Lurah lama dalam sambutannya setelah menyampaikan permohonan maaf dan ucapan terima kasih dia menitip Kelurahan yang telah dipimpinnya itu agar terus ditingkatkan, baik dari pembangunan fisik maupan yang non fisik.

Pada sambutan kedua, Firdaus ST, M.Si Lurah baru meminta agar dalam tugas tugasnya nanti mendapat dukungan sehingga apapun di programkan akan menuai hasil sebagaimana yang diharapkan. (budi)