Warga Ancam Laporkan Bendahara Desa Randomayang ke Kejaksaan Pasangkayu

150

Warga Ancam Laporkan Bendahara Desa Randomayang ke Kejaksaan Pasangkayu

Pasangkayu-makassarpena.co.id. Sejumlah warga ancam akan melaporkan Bendahara Desa Randomayang ke Kejaksaan , setelah beberapa kali melakukan negosiasi terhadap Bendahara Desa Randomayang tentang penyelesaian masalah pembayaran insentif pegawai sara, Imam mesjid, insentif Linmas, insentif bagi Kepala Dusun, guru Paud, kader Posyandu dan guru ngaji yang hingga Desember 2021 belum dibayarkan padahal anggaran ADD tahap 3 tahun anggaran 2021 sudah dicairkan.

Hal itu disampaikan oleh Rahmi anggota BPD Desa Randomayang kepada media ini saat ditemui disalah satu tempat di Desa Randomayang, Selasa, 4 Januari 2022.

Ia membeberkan bahwa sejak bulan April hingga bulan Desember tahun anggaran 2021, insentif Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dan perangkat Desa hingga pegawai sara, guru TK, Paud, kader Posyandu, guru ngaji dan Kepala Dusun termasuk anggota Linmas belum menerima insentif hingga hari ini.

“Sesuai janji kaur keuangan Desa besok tanggal 5 Januari 2022 akan dibayarkan, apabila bendahara tidak membayarkan intensif kami besok pak, saya bersama warga lainnya akan melaporkan ke Kejaksaan Pasangkayu dibagian tindak Pidana Korupsi pak,” ujar Rahmi dengan rasa kesal.

Ia juga membeberkan sejumlah proyek fisik baru satu yang selesai, yang lain sementara dalam pekerjaan dan bahkan ada yang sama sekali belum dikerjakan, padahal menurut Rahmi semestinya selesai semua di tanggal 31 Desember tahun 2021.

Ditempat terpisah Pemdes Randomayang melalui sekertarisnya Rusdin membantah tudingan warga yang menyebut belum dibayarkan insentif tersebut.

Kepada media saat diklarifikasi di kantornya mengatakan bahwa insentif perangkat Desa dan yang lainnya sudah dibayarkan, namun belum semuanya dan yang lainnya di cicil.

“Untuk insentif perangkat Desa itu sudah dibayarkan namun belum semuanya dan yang lain dicicil,”ujarnya. (awal )