Sidang Pemeriksaan Saksi Penggugat, Nurhayana Kamar Dicecar Pertanyaan

163

Sidang Pemeriksaan Saksi Penggugat, Nurhayana Kamar Dicecar Pertanyaan

MAKASSAR-makassarpena.co.id. Sidang pemeriksaan saksi penggugat terhadap perkara 142/Pdt.G/2021 di Pengadilan Negeri Makassar antara pelapor Dr. H. Dahlan Abu Bakar, M.Hum, Hasan Kuba, A. Patarawai Wawo dan Anwar Sanusi sebagai pihak Penggugat dan Pengurus PWI Sulsel, PWI Pusat sebagai pihak tergugat dan Dewan Kehormatan Pusat sebagai pihak turut tergugat disidangkan hari ini. ( 28/9 ).

Sidang pemeriksaan saksi penggugat dihadir kuasa hukum penggugat, Upa Labuhari SH, MH dan Hadi Soetrisno, SH, merasa puas atas pernyataan saksi Nurhayana Kamar yang dianggap dapat memperkuat tuntutan penggugat atas SK 164 yang dinyatakan tidak sah karena cacat hukum

” PDPRT hanya bisa dirubah melalui kongres atau akte notaris bukan dalam bentuk SK sesuai PDPR pasal 42 (2),” jelas Upa Labohari usai sidang.

Kuasa Hukum Penggugat lainnya, Hadi Soetriasno menyatakan kenyakinannya memenangkan gugutan tersebut.

” Pada prinsifnya kehadiran saksi dipersidangan adalah mengungkap fakta atas penyelenggaran Konferensi PWI Sulsel periode 2021- 2026, apakah benar faktanya ada pelanggaran terhadap PDPRT yang menjadi payung hukum setiap pengurus baik pusat maupun daerah dan seluruh anggota wajib dan taat tunduk terhadap PDPRT hasil Kongres.

Saksi fakta persidangan Nurhayana Kamar menerangkan bahwa substansi dari pertanyaan kepada saya terkait dengan SK 164. dari penjelasan saya bahwa SK 164 melanggar PDPRT khususnya Bab 10 pasal 42 (2) PDPRT PWI menyebutkan setiap perubahan hasil kongres harus dibuat dalam akta notaris.

” Jelas dan nyata SK 164 melanggaran PDPRT PWI seperti yang sebutkan tadi,” jelasnya saat ditanya disela pertemuan dengan tim kuasa hukum.

Lebih jauh Ana panggilan akrabnya, SK 164 oleh ketua Dewan Kehormatan Pusat yang meminta agar dilakukan revisi dan semua kemelut dalam proses Konferensi Provinsi PWI Sulsel dibenahi terlebih dahulu sebelum dilakukan pelantikan.

Sidang yang berlangsung Selasa ( 28/9), dipimpin Hakim Ketua Rusdiyanto Loleh SH. MH dan masing-masing dihadiri Kuasa Hukum kedua belah pihak kecuali dari Dewan Kehormatan Pusat.

Sidang lanjutkan Selasa depan ( 5/10) akan mendengarkan keterangan saksi penggugat lainnya.(as/mp)