Sekolah di Pinrang Mulai Belajar Tatap Muka.

603

Sekolah di Pinrang Mulai Belajar Tatap Muka.

Pinrang-makassarpena.co.id. Sekolah di Kabupaten Pinrang mulai memberlakukan proses belajar mengajar tatap muka di kelas, baik untuk tingkat SD,SMP, hingga SMA-SMK.

Kepala Unit Pelaksana Tekhnis (UPT) SDN 237 Pinrang Suharni, S.Pd mengatakan, proses pembelajaran tatap muka dilaksanakan setelah mendapatkan ijin dari satgas Covid19. ” Jadi sudah diperbolehkan melakukan tatap muka oleh tim Satgas, ” kata dia di SDN 237 Pinrang Senin 9/8/2021.

Pelaksanaan belajar tatap muka, menurut dia dilakukan dengan protokol kesehatan yang ketat, seperti setiap siswa dan guru harus mengenakan masker, mencuci tangan hingga pemeriksaan suhu tubuh siswa dan guru sebelum masuk ke dalam kelas untuk mengikuti pelajaran.

Dia mengatakan, proses belajar tatap muka saat ini, adalah hari yang pertama dilaksanakan, sejak tahun 2021.  Pada 2020 lalu, belajar tatap muka, sempat dilaksanakan selama sepekan.

Namun kata dia, dihentikan oleh Pemerintah Daerah, setelah ada warga yang dinyatakan terpapar covid-19.

Bupati Pinrang HA.Irwan Hamid membenarkan proses belajar mengajar tatap muka sedang berlangsung di sekolah.

Dia mengatakan, sekolah sekolah yang melaksanakan belajar tatap muka telah mengantongi ijin dari Satgas Covid-19.Namun ini masih tentatif.

Artinya kata dia, jika di Desa atau Kelurahan lokasi sekolah yang melaksanakan proses belajar tatap muka di kelas, ditemukan adanya warga yang terpapar Covid-19, maka belajar tatap muka itu dihentikan.

Tim satgas Kecamatan kata dia, intens melakukan pengawasan protokol kesehatan,di sekolah sekolah yang melakukan belajar tatap muka.” Ini untuk mengantisipasi adanya penyebaran Covid-19,” katanya.

Bupati HA.Irwan Hamid berharap, masyarakat lebih disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan di wilayah masing masing, agar proses belajar mengajar di sekolah tetap berlangsung seperti biasa .Yang menentukan satu wilayah masuk dalam zona merah atau tidak, bukan Pemerintah Daerah, tapi Kementerian.

Olehnya itu kata dia, kepedulian masyarakat , untuk salaing menjaga dan saling mengingatkan dalam menerapkan prokes sangat diharapkan. Karena itu untuk kepentingan bersama, termasuk kelangsungan belajar tatap muka. (ys)