Gugatan Terhadap PWI Sulsel: Mediasi Gagal, Gugatan Dilanjutkan

20

Gugatan Terhadap PWI Sulsel:
Mediasi Gagal, Gugatan Dilanjutkan

Makassar-makassarpena.co.id. Mediasi yang dilakukan pihak Pengadilan Negeri Makassar atas gugatan sejumlah wartawan senior Sulawesi Selatan terhadap Pengurus PWI Pusat dan Pengurus Sulawesi Selatan, Selasa (6/7/2021) menemui jalan buntu.

Gugatan itu dilayangkan akibat sejumlah pelanggaran yang dilakukan tergugat, khususnya berkaitan dengan penyelenggaraan Konferensi Provinsi PWI Sulsel Januari 2021 yang dinilai melanggar Peraturan Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (PD/PRT) PWI. Dewan Kehormatan Pusat dalam kasus ini juga turut sebagai tergugat.

Para penggugat masing-masing Dr.H.M.Dahlan Abubakar,M.Hum, Hasan Kuba, Anwar Sanusi, dan Andi Patarai Wawo menilai Konfercab itu cacat hukum karena melanggar PD/PRT PWI. Gugatan dilayangkan ke Pengadilan Negeri Makassar beberapa bulan lalu yang diawali dengan mendaftarkan gugatan ke Pengadilan Negeri Makassar dan pada tanggal 29 Juni 2021 dilanjutkan dengan pertemuan untuk pelaksanaan mediasi. Namun ketika itu pihak prinsipal (tergugat) tidak hadir.

“Mediasi gagal, sehingga kami tetap melanjutkan gugatan ini hingga digelarnya persidangan di Pengalian Negeri Makassar,” kata M.Dahlan Abubakar, penggugat I mewakili para penggugat lainnya usai meninggalkan Pengadilan Negeri Makassar, Selasa siang.

Para penggugat hadir lengkap didampingi kuasa hukum Hadi Soetrisno, S.H., dan Hasriyanto K, SH. sementara Upa Labuhari, S.H., M.H. mengikuti acara mediasi itu  di Jakarta. Pihak tergugat I dan II masing-masing diwakili Kuasa Hukum, sementara DK Pusat yang ikut tergugat tidak hadir.

Dahlan mengatakan, meski dilakukan mediasi dan hasilnya win-win, toh apa yang digugat teman-teman wartawan senior tidak akan maksimal dan signifikan bagi perbaikan pengelolaan organisasi profesi ini.

“Kami para penggugat merasa kurang nyaman, ketika diterima upaya mediasi diberitakan justru dituding ‘setengah hati’. Jadi, ya, sudah kita lanjut saja ke persidangan,” ujar tokoh pers versi Dewan Pers tersebut.

Burhanuddin dari Pengadilan Negeri Makassar yang memimpin mediasi ini menjelaskan, upaya mediasi ini dilakukan sebagai proses awal menjelang digelarnya persidangan. Ketentuan hukum sebelum lanjut ke persidangan memang memuat aturan mediasi. Diterima atau ditolak tergantung pihak penggugat dan tergugat.

“Artinya, jika persoalannya selesai dengan melalui mediasi dan menghasilkan kesepakatan dan perdamaian, tentu tidak perlu berlanjut ke persidangan,” ujar Burhanuddin.

Pihak tergugat yang diwakili Kuasa Hukumnya tidak menyampaikan sepatah pun kata ketika dipersidagan yang dimediasi Hakim Burhanuddi.

Sidang  gugatan sejumlah wartawan senior Sulsel tersebut akan digelar 13 Juli 2021 dengan agenda pembacaan hasil mediasi dan tuntutan penggugat.

Jika tergugat sudah membaca isi gugatan penggugat bisa langsung menjawab isi gugatan tersebut. Dilanjutkan dengan penyampaian jawaban (replik atau jawaban penggugat terhadap jawaban yang disampaikan tergugat) pada sidang berikutnya. (dab/as).